logo-sman106jakarta.png

Workshop Kurikulum 2013

--

Materi Workshop Kurikulum 2013, 02 September 2016



logo-sman106jakarta.png

Gerakan Literasi Sekolah

--

Gerakan Literasi Sekolah

LATAR BELAKANG

Membaca-menulis (literasi) merupakan salah satu aktifitas penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik mempengaruhi tingkat keberhasilan baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Tidak berlebihan kiranya Farr (1984) menyebut bahwa “Reading is the heart of education”. Bagi masyarakat muslim, pentingnya literasi ditekankan dalam wahyu pertama Allah kepada Nabi Muhammad SAW, yakni perintah membaca (IQRA’) yang dilanjutkan dengan ‘mendidik melalui literasi’ (‘ALLAMA BIL QALAM).

Sedangkan dalam kaitannya dengan menulis, Hernowo (2005) dalam bukunya “Mengikat Makna” menyebut bahwa menulis dapat membuat pikiran kita lebih tertata tentang topik yang kita tulis, membuat kita bisa merumuskan keadaan diri, mengikat dan mengonstruksi gagasan, mengefektifkan atau membuat kita memiliki sugesti (keyakinan/ pengaruh) positif, membuat kita semakin pandai memahami sesuatu (menajamkan pemahaman), meningkatkan daya ingat, membuat kita lebih mengenali diri kita sendiri, mengalirkan diri, membuang kotoran diri, merekam momen mengesankan yang kita alami, meninggalkan jejak pikiran yang sangat jelas, memfasihkan komunikasi, memperbanyak kosa-kata, membantu bekerjanya imajinasi, dan menyebarkan pengetahuan.

UNESCO (1996) mencanangkan empat prinsip belajar abad 21, yakni:

(1) Learning to think (belajar berpikir)

(2) Learning to do (belajar berbuat)

(3) Learning to be (belajar

(4) Learning to live together (belajar hidup bersama)

Keempat pilar prinsip pembelajaran ini sepenuhnya didasarkan pada kemampuan literasi (Literary skills).

PERMASALAHAN

Dalam konteks pendidikan nasional kita, minat baca-tulis masyarakat kita sangat menghawatirkan. Hal ini disebabkan adanya pelbagai persoalan, misalnya:

Hampir semua kota-kota besar di Indonesia tidak punya perpustakaan yang memadai, padahal keberadaan perpustakaan yang memadai adalah salah satu ciri kota-kota modern di negara maju.
Perpustakaan yang ada di sebagian kota/kabupaten memiliki tingkat kunjungan pembaca yang rendah. Sebagai contoh di Jakarta, dari sekitar 10 juta penduduknya yang berkunjung ke perpustakaan hanya 200 orang/hari dan hanya 20% dari jumlah itu yang meminjam buku.
Disinyalir lebih dari 250 ribu sekolah di Indonesia, hanya 5% yang memiliki perpustakaan memadai. Hal ini merupakan fakta yang miris karena bisa menjadi indikator rendahnya budaya baca di sekolah.
Anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menonton TV daripada membaca buku.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal, seringkali belum memiliki program pengembangan literasi, atau menumbuhkan budaya baca-tulis secara sistemik. Padahal siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah.
Terjadi lompatan dari kondisi pra-literer ke pasca-literer tanpa melalui kondisi literer. Budaya menonton lebih dominan di masyarakat kita.
Terjadi fenomena “Rabun Membaca – Pincang Menulis”. Penelitian Taufiq Ismail pada tahun 1996 menemukan perbandingan tentang budaya baca di kalangan pelajar, rata-rata lulusan SMA di Jerman membaca 32 judul buku, di Belanda 30 buku, Rusia 12 buku, Jepang 15 buku, Singapura 6 buku, Malaysia 6 buku, Brunei 7 Buku, sedangkan Indonesia 0 buku.
Hasil studi Vincent Greannary yang dikutip World Bank dalam sebuah laporan pendidikan“Education in Indonesia: From Crisis to Recovery” pada tahun 1998 mengungkapkan kemampuan membaca siswa kelas VI SD di Indonesia mendapatkan poin 51,7. Jauh di bawah Hongkong (75,5), Singapura (74,0), Thailand (65,1), dan Filipina (52,6). Hasil ini menunjukkan bahwa membaca dalam sistem pendidikan nasional kita, secara faktual belum terintegrasi dengan kurikulum.
Produktifitas masyarakat Indonesia dalam bidang penulisan terbilang sangat rendah. Jumlah buku yang diterbitkan tidak sampai 18 ribu judul per tahun. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan Jepang yang mencapain 40 ribu judul per tahun, India 60 ribu judul per tahun, dan China 140 ribu judul per tahun (Kompas, 25/6/2012).
Ø Dari bidang penerbitan tulisan ilmiah, produktifitas negara kita juga masih rendah. Berdasarkan data Scimagojr, Journal, and Country Rank 2011, Indonesia berada di ranking 65 dengan jumlah 12.871 publikasi. Posisi Indonesia di bawah Kenya dengan 12.884 publikasi. Negara Paman Sam ada di peringkat pertama, dengan 5.285.514 publikasi. Indonesia masih kalah dengan Singapura yang ada di posisi 32 dengan 108.522 publikasi (okezone.com, 21/2/2012). Jika dilihat dengan perspektif rasio publikasi penelitian dengan jumlah penduduk, persentasenya menjadi jauh lebih kecil lagi.

PENYEBAB

Gagalnya Program Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah secara nasional bisa dikatakan telah gagal menciptakan budaya membaca bagi siswa. Kunjungan siswa dan jumlah peminjaman buku sangat minim. Hal ini dikarenakan beberapa faktor:

Jumlah buku koleksi perpustakaan tidak cukup untuk memenuhi tuntutan kebutuhan membaca sebagai basis proses pendidikan. Rendahnya jumlah koleksi tidak diantisipasi dengan program pengadaan buku secara berkala.
Peralatan, perlengkapan, dan petugas perpustakaan tidak sesuai kebutuhan. Sebagian petugas bukanlah tenaga pustakawan khusus dan minim mendapatkan peningkatan (pendidikan atau pelatihan kepustakaan).
Sekolah tidak mengalokasikan anggaran khusus yang memadai untuk pengembangan perpustakaan sekolah. Akhirnya keberadaan perpustakaan menjadi tidak bermakna karena kurangnya program kegiatan dan pengembangan.
Persoalan Sosial – Politik
Kurangnya political will (kebijakan) dari pemerintah baik nasional maupun daerah dalam mengembangkan kesadaran literasi warga.
Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya budaya baca-tulis.
Persoalan rendahnya budaya literasi belum dianggap sebagai masalah yang mendesak (critical problem) sehingga tidak muncul respon cepat yang diperlukan serta cenderung disepelekan.
Anggapan bahwa tradisi literasi adalah ekslusif untuk kaum elit masyarakat saja, sehingga kelompok masyarakat awam merasa tidak perlu mengem-bangkan tradisi literasi.
Anggapan keliru bahwa penyadaran literasi hanyalah kewajiban lembaga pendidikan sehingga yang lain yang belum bergerak membantu, seperti lembaga bisnis (perusahaan) atau perorangan.
Persoalan Teknis di Lapangan
Kurang tersedia buku bacaan yang bermutu karena kurangnya kuantitas perpustakaan dan kuantitas buku bacaan.
Kurangnya Sumber Daya Manusia di bidang kepustakaan dan rendahnya kompetensi pengelola perpustakaan.
Perpustakaan belum menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan nasional.

ANCAMAN GLOBAL (GLOBAL THREAT)

Rendahnya literacy awareness bangsa Indonesia sekarang ini akan semakin melemahkan daya saing bangsa dalam persaingan global yang semakin kompetitif.
“70 persen Anak Indonesia akan Sulit Hidup di Abad 21,” demikian kata Prof Iwan Pranoto dari ITB. Indonesia termasuk negara yang prestasi membacanya berada di bawah rata-rata negara peserta PIRLS 2006 secara keseluruhan yaitu 500, 510, dan 493. Indonesia berada di urutan ke-lima dari bawah, sedikit lebih tinggi dari Qatar (356), Quwait (333), Maroko (326), dan Afrika Utara (304).
Sumber Daya Manusia Indonesia kurang kompetitif karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ini adalah akibat turunan dari rendahnya kemampuan baca-tulis.
Membaca belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya.
Menciptakan perubahan budaya (cultural change) memerlukan proses yang panjang, sekitar 1-2 generasi, bergantung pada political will pemerintah dan kesadaran masyarakat, dengan rentang waktu 1 generasi sekitar 15-25 tahun.

SOLUSI

Melihat persoalan bangsa yang sedemikian krusial dalam hal kesadaran literasi, dibutuhkan kerjasama banyak pihak untuk mengatasinya. Paling penting adalah adanya tindakan nyata yang bukan sekedar wacana semata.

Dibutuhkan intervensi secara sistemik, masif, dan berkelanjutan untuk menumbuhkan budaya literasi masyarakat. Pendekatan yang dianggap paling efektif adalah penyadaran literasi sejak dini dengan melibatkan dunia pendidikan. Hal ini karena tidak dipungkiri hampir seluruh anak berstatus sebagai pelajar dan melalui proses pendidikan, sebuah program yang sistematik bisa masuk dengan efektif.

Atas dasar pemikiran inilah kami menawarkan aksi nyata perbaikan budaya literasi melalui sebuah program yang disebut GERAKAN LITERASI SEKOLAH.

Apa Itu Gerakan Literasi Sekolah?

Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah gerakan penyadaran literasi yang dimulai dari lembaga pendidikan.

Siapa Sasaran Kegiatan Ini?

Gerakan Literasi Sekolah mengajak semua pihak untuk terlibat dalam usaha penyadaran budaya literasi, yakni:

Ø Sekolah, sebagai lembaga yang menjadi tempat pelaksanaan gerakan
Ø Guru, sebagai tenaga pendidik dan teladan bagi siswa
Ø Siswa, sebagai sasaran utama gerakan
Ø Pemerintah Daerah (Dinas Pendidikan), sebagai pembuat kebijakan
Ø Yayasan penyelenggara pendidikan, sebagai pembuat kebijakan
Ø Pengelola Perpustakaan, sebagai pusat kegiatan baca-tulis
Ø Perusahaan, sebagai penyumbang buku melalui program CSR
Ø Media Massa, sebagai saluran informasi masyarakat
Bagaimana Bentuk Kegiatannya?

Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah program intervensi pembudayaan literasi yang tepat, mudah dilaksanakan, dilakukan secara sistemik, komprehensif, merata pada semua komponen sekolah, berkelanjutan, dan dikelola secara profesional oleh lembaga yang kredibel.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam Gerakan Literasi Sekolah ini adalah?

Ø SeMinar dan Workshop
Seminar dilakukan di sekolah peserta GERAKAN LITERASI SEKOLAH, sekaligus sebagai launching project. Peserta dalam kegiatan seminar literasi ini adalah perwakilan penyelenggara sekolah, pimpinan sekolah, guru, dan siswa. Seminar dilaksanakan selama satu hari.

Workshop dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kemampuan literasi warga sekolah peserta gerakan. Sasaran peserta workshop bervariasi bergantung pada materi workshop. Adapun materi workshop yang ditawarkan adalah:

Teknik-Teknik Membaca Efektif
Menulis Dasar (Basic Writing) untuk siswa SD
Menulis Kreatif Terstruktur dengan Pendekatan Jurnalisme Sastrawi, untuk siswa SMP, SMA, dan Guru
Workshop bagi pustakawan, dilakukan secara kolektif dengan sekolah peserta yang lain
Workshop penerbitan buku, menghadirkan pakar penulisan dan penerbit.
Workshop jurnalistik dan manajemen media, untuk redaksi majalah sekolah.
Ø Program Membaca Rutin di Sekolah
Program Membaca Rutin di Sekolah (Sustained Silent Reading) atau disingkat SSR adalah strategi intervensi membaca yang telah digunakan oleh negara-negara maju dalam membudayakan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca. Program ini merupakan program yang krusial untuk menjamin terciptanya kebiasaan dan budaya membaca pada warga sekolah.

Program ini telah diujicobakan di SMA Negeri 5 Surabaya dengan hasil yang sangat memuaskan. Hanya dalam waktu kurang dari 2 (dua) bulan siswa SMAN 5 Surabaya telah membaca 1851 buku novel dari target 3000 buku dalam setahun. Program ini telah diulas di Koran Jawa Pos dan Koran Surya (5 Oktober 2012).

Ø Pengembangan Perpustakaan Sekolah
Program ini ditujukan untuk membantu perpustakaan sekolah dalam menambah koleksi buku bacaan bermutu. Program pengembangan mencakup penambahan koleksi buku, maupun inovasi lain untuk mendekatkan siswa kepada perpustakaan misalnya melalui kegiatan perpustakaan kelas.

Adapun program peningkatan koleksi perpustakaan dilakukan dengan dua cara, yakni (1) secara internal melalui kegiatan One Student One Book (OSOB) melibatkan siswa/orang tua untuk menyumbang buku kepada perpustakaan, dan (2) secara eksternal melalui kegiatan sumbangan buku yang diberikan oleh perusahaan (sebagai CSR) atau penerbit.

Ø Lomba Literasi (Membaca – Menulis)
Lomba literasi dilakukan untuk semakin menumbuhkan kebutuhan membaca-menulis kepada warga sekolah. Lomba literasi bisa diintegrasikan dengan kegiatan sekolah seperti pada peringatan Bulan bahasa. Lomba diadakan pada tingkat sekolah (antar siswa) maupun pada tingkat daerah (antar sekolah).

Beberapa jenis kegiatan lomba literasi yang bisa dilakukan antara lain: speed reading contest, comprehensive reading contest, story telling competition, essay competition, book review competition, poetry contest, dan magazine competition.

Ø Jumpa Penulis & Bedah Buku
Kegiatan jumpa penulis (meet the author) ditujukan untuk memotivasi peserta Gerakan Literasi Sekolah untuk menjadi penulis sukses. Penulis yang dihadirkan adalah penulis buku bermutu dan terkait dengan dunia pendidikan / pengembangan diri siswa.

Bedah buku adalah kegiatan mengeksplorasi dan mengapresiasi pesan dari suatu buku. Program ini menghadirkan penulis buku tersebut dan ahli yang kompeten dengan bidang terkait isi buku.

Ø Pemberian Penghargaan
Pemberian penghargaan ini dilakukan melalui kegiatan bertajuk Literacy Award, yakni sebuah program pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai berpartisipasi dan berperan baik secara langsung maupun tidak, dalam usaha penyadaran literasi bangsa melalui Gerakan Literasi Sekolah ini.

Sasaran penerima Literacy Award adalah sekolah secara kelembagaan, guru/tenaga pendidik, siswa, perusahaan peduli literasi, dan perorangan yang telah berpartisipasi. Penghargaan berupa piagam penghargaan dan dana pembinaan untuk peningkatan kesadaran literasi lebih lanjut. Kegiatan ini dilaksanakan berkala bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

Ø Pameran Buku
Pameran buku (book expo) adalah kegiatan bazar buku yang bekerja sama dengan penerbit atau toko buku. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan penghargaan siswa dan masyarakat terhadap karya tulis, yang pada akhirnya secara kumulatif akan memotivasi penulis untuk semakin berkarya.

Siapa Pelaksana Kegiatan Ini?

Secara keseluruhan program ini dikelola oleh Konsorsium Gerakan Literasi Sekolah yang dimotori oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bekerja sama dengan IKA (Ikatan Alumni) UNESA, Eureka Academia, dan Sekolah Menulis INSPIRASI.

Dalam pelaksanaannya di lapangan akan dilaksanakan kerjasama dengan dinas pendidikan daerah serta dibantu oleh pihak-pihak lain, seperti sukarelawan literasi (dari mahasiswa / pekerja sosial), penerbit, perusahaan, media massa, dan individu-individu yang peduli dengan literasi bangsa.

Berapa Lama Kegiatan Ini Dilaksanakan?

Pada dasarnya kegiatan ini dilaksanakan sepanjang mungkin, sebagaimana belajar juga dilaksanakan seumur hidup (long life education). Namun sekolah diberikan pilihan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini dalam beberapa jenis partisipasi:

Ø Partisipasi penuh, yakni mengikuti semua program yang ditawarkan. Untuk waktu pelaksanannya adalah selama satu tahun. Program yang ditawarkan akan dilaksakan dengan penyesuaian waktu dengan kegiatan sekolah yang lain.
Ø Partisipasi sebagian, yakni mengikuti beberapa program saja. Untuk waktu pelaksanannya bersifat tentatif dan disesuaikan dengan kegiatan sekolah.

1. Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah


2. Panduan Gerakan Literasi Sekolah untuk SMA


3. Panduan Praktis Gerakan Literasi Sekolah



logo-sman106jakarta.png

Permendikbud Terbaru 2016

--

Permendikbud Terbaru 2016

Berkaitan dengan upaya standarisasi pendidikan nasional kita, Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan sejumlah peraturan baru, diantaranya:

  1. Permendikbud No. 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah yang digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan,standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
  2. Permendikbud No. 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah yang memuat tentang Tingkat Kompetensi dan Kompetensi Inti sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Kompetensi Inti meliputi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan ketrampilan. Ruang lingkup materi yang spesifik untuk setiap mata pelajaran dirumuskan berdasarkan Tingkat Kompetensi dan Kompetensi Inti untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
  3. Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah yang merupakan kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan dasar menengah untuk mencapai kompetensi lulusan. Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
  4. Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan yang merupakan kriteria mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
  5. Permendikbud No. 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Menurut peraturan ini bahwa kompetensi inti pada kurikulum 2013 merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas. Sementara yang dimaksud dengan kompetensi dasar adalah kemampuan dan materi pembelajaran minimal yang harus dicapai peserta didik untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti. Dengan diberlakukannya Permendikbud No. 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 ini maka ketentuan yang mengatur tentang Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Muatan Pembelajaran dalam Struktur Kurikulum, Silabus, Pedoman Mata Pelajaran, dan Pembelajaran Tematik Terpadu sebagaimana diatur dalam Permendikbud No. 57 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Permendikbud No. 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Permendikbud No. 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, dan Permendikbud No. 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Kelima peraturan menteri di atas pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari adanya upaya revisi Kurikulum 2013 yang saat ini sedang diterapkan di beberapa sekolah sasaran. Dengan kata lain, keempat peraturan menteri di atas menjadi landasan yuridis penerapan kurikulum 2013 yang telah direvisi.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang kelima peraturan di atas, silahkan klik tautan tautan di bawah ini:

1. Permendikbud No. 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan

2. Permendikbud No. 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi

3. Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses

4. Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan

5. A. Permendikbud No. 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

5. B. Lampiran Permendikbud No. 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

(Sumber: Akhmad Sudrajat1
Akhmad Sudrajat2)


logo-sman106jakarta.png

Sambutan MPLS

--

Sambutan MPLS



logo-sman106jakarta.png

Pemberitahuan Surat Palsu

> Maraknya peredaran surat palsu yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud sudah sangat meresahkan. Tak sedikit yang menjadi korban. Hal ini tentu saja tak boleh terus dibiarkan.

Surat palsu sebenarnya mudah dikenali. Umumnya terdapat kesalahan penulisan pada identitas instansi, di antaranya nama instansi, pejabat, dan nomor telepon. Modusnya pun tak sulit ditebak, seperti penyaluran sejumlah dana dan permintaan data/identitas sasaran.

Pembuatan surat palsu bertujuan untuk mengambil keuntungan dari orang lain dan merusak nama instansi, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Tentu ini sebuah tindakan tak terpuji dan mengarah pada kejahatan pidana.

Maka, terkait surat palsu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Teliti konten surat. Mayoritas surat palsu memiliki kesalahan fatal dalam penulisan identitas instansi dan pejabat. Data dan informasi yang disebutkan rata-rata telah usang. E-mail yang digunakan pun tidak resmi (tidak menggunakan domain Kemendikbud).

Perhatikan tujuan pembuatan surat. Jika surat berisi permintaan dana, dapat dipastikan bahwa itu surat palsu. Kementerian tak pernah membuat acara/kegiatan yang meminta peserta menyerahkan sejumlah dana.

Bila ada permintaan data, Kementerian selalu menggunakan alamat e-mail dengan domain Kemendikbud (@kemdikbud.go.id). Jika ada permintaan data menggunakan e-mail di luar itu, jangan dilayani.

Jika masih ragu dengan isi surat, silakan hubungi nomor telepon (021) 57900255 untuk mengecek otentisitas surat.

Kirimkan surat (telah dipindai/scan atau dipotret) yang diterima atau hendak dikonfirmasi ke e-mail: di.og.dubkidmek|nemsadkid.ofni#di.og.dubkidmek|nemsadkid.ofni. Bila memang diyakini surat itu palsu, tetap kirimkan surat ke e-mail di atas untuk dipublikasi sebagai surat palsu.

Dengan kerja sama, interaksi, dan koordinasi yang baik, diharapkan keberadaan surat palsu tak memakan korban. Kami pun tak segan-segan melaporkan pembuat surat palsu kepada pihak berwajib.

Contoh surat palsu dapat di download disini

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan.

Hormat kami,

ttd

Admin

Sumber: http://dikdas.kemdikbud.go.id/index.php/surat-palsu/

(Sumber:Disdik Provinsi DKI Jakarta)


logo-sman106jakarta.png

Pengenalan Lingkungan Sekolah

+ Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru
Berikut adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru:


Sumber: (Disdik Provinsi DKI Jakarta)


logo-sman106jakarta.png

Pembagian Kelas MPLS

Silahkan klik tombol di bawah ini untuk melihat kelas MPLS-mu:
[[html]]
<html>
<head>
<title></title>
</head>
<style>
body {font-family: "Lato", sans-serif;}
.inv {
display: none;
}
</style>
<body>
<select id="target">
<option value="">Pilih…</option>
<option value="content_1">Garuda 1</option>
<option value="content_2">Garuda 2</option>
<option value="content_3">Garuda 3</option>
<option value="content_4">Garuda 4</option>
<option value="content_5">Garuda 5</option>
<option value="content_6">Garuda 6</option>
<option value="content_7">Garuda 7</option>
<select>
<p></p>
<div id="content_1" class="inv">Kelas Garuda 1
<iframe src="https://drive.google.com/file/d/0B3AxG7YZME_INmItTEp6TENLTzg/preview" width="100%" height="480"></iframe>
</div>
<div id="content_2" class="inv">Kelas Garuda 2
<iframe src="https://drive.google.com/file/d/0B3AxG7YZME_IZkVxV0lKZmxqUTQ/preview" width="100%" height="480"></iframe>
</div>
<div id="content_3" class="inv">Kelas Garuda 3
<iframe src="https://drive.google.com/file/d/0B3AxG7YZME_ITVRHT0dic1NFcVk/preview" width="100%" height="480"></iframe>
</div>
<div id="content_4" class="inv">Kelas Garuda 4
<iframe src="https://drive.google.com/file/d/0B3AxG7YZME_IUDBVNGJEZ2JFelk/preview" width="100%" height="480"></iframe>
</div>
<div id="content_5" class="inv">Kelas Garuda 5
<iframe src="https://drive.google.com/file/d/0B3AxG7YZME_IaWlWRzdPcmJtaTA/preview" width="100%" height="480"></iframe>
</div>
<div id="content_6" class="inv">Kelas Garuda 6
<iframe src="https://drive.google.com/file/d/0B3AxG7YZME_IY0dCU3hvZ0tTNUU/preview" width="100%" height="480"></iframe>
</div>
<div id="content_7" class="inv">Kelas Garuda 7
<iframe src="https://drive.google.com/file/d/0B3AxG7YZME_IMVNGeXVIRWsyUGs/preview" width="100%" height="480"></iframe>
</div>

<script>
document
.getElementById('target')
.addEventListener('change', function () {
'use strict';
var vis = document.querySelector('.vis'),
target = document.getElementById(this.value);
if (vis !== null) {
vis.className = 'inv';
}
if (target !== null ) {
target.className = 'vis';
}
});
</script>
</body>
</html>
[[/html]]


logo-sman106jakarta.png

Standar Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru

Permendiknas tentang:
Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah

Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah

Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru



logo-sman106jakarta.png

Tata Naskah Dinas

Peraturan Gubernur Nomor 94 Tahun 2016 Tentang Tata Naskah Dinas
Sumber: (Dinas Pendidikan provinsi DKI Jakarta)



logo-sman106jakarta.png

Pelaksanaan Awal Tahun Pelajaran 2016/2017

SURAT EDARAN NOMOR 13/D/PP/2016 TENTANG PELAKSANAAN AWAL TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Sumber: (Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta)



logo-sman106jakarta.png

Gerakan Mengantar Anak Hari Pertama Masuk Sekolah

SURAT EDARAN NOMOR 64/SE/2016 TENTANG GERAKAN MENGANTAR ANAK HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2016/2017

  1. Mengundang Para Orang Tua Peserta Didik untuk hadir di sekolah pada hari pertama masuk sekolah (Senin, 18 Juli 2016);
  2. Teknis pertemuan diatur sesuai dengan kondisi ruangan/tempat yang ada di sekolah
  3. Melakukan koordinasi dengan aparat keamanan setempat dalam rangka kelancaran, keamanan dan kenyamanan lalu lintas di lingkungan sekolah.

Sumber: (Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta)



logo-sman106jakarta.png

Menjadi orang Tua Hebat

Buku panduan bagi orang tua dalam mendidik putra-putrinya yang sedang dalam masa pendidikan menengah (SMA/SMK)


Buku di atas Dapat DIUNDUH pada laman Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.


logo-sman106jakarta.png

Undangan Pra-MPLS

Sehubungan dengan adanya kegiatan Pra-MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) maka disampaikan kepada para peserta didik baru kelas X tahun pelajaran 2016/2017 untuk hadir didampingi orang tua/ wali siswa pada :

hari/tanggal : Sabtu, 16 Juli 2016
pukul : 07.00 WIB s.d. Selesai
tempat : Ruang Audio Visual SMA N.106

Demikian pemberitahuan ini agar ibu/bapak maklum dan hadir tepat waktu.
Atas kesediaan Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.

Undangan selengkapnya bisa dilihat di bawah ini.

[[html]]
<a data-flickr-embed="true" href="https://www.flickr.com/photos/144927404@N02/27640436964/in/dateposted-public/" title="pra mpls"><img src="https://c5.staticflickr.com/9/8718/27640436964_decaceca56.jpg" width="384" height="500" alt="pra mpls"></a><script async src="//embedr.flickr.com/assets/client-code.js" charset="utf-8"></script>
[[/html]]


logo-sman106jakarta.png

Mutasi Tahun Pelajaran 2016/2017

Berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor: 59 / SE / 2016 tentang perpindahan (Mutasi) Peserta Didik, dengan ini diumumkan jadwal mutasi peserta didik tahun pelajaran 2016/2017 sebagai berikut:

[[html]]
<a data-flickr-embed="true" href="https://www.flickr.com/photos/144927404@N02/28231511315/in/dateposted-public/" title="MUTASI_0001"><img src="https://c4.staticflickr.com/9/8645/28231511315_0ad55ca1da_k.jpg" width="351" height="500" alt="Jadwal Mutasi"></a><script async src="//embedr.flickr.com/assets/client-code.js" charset="utf-8"></script>
[[/html]]

[[html]]
<a data-flickr-embed="true" href="https://www.flickr.com/photos/144927404@N02/28153812181/in/dateposted-public/" title="MUTASI_0002"><img src="https://c6.staticflickr.com/9/8643/28153812181_062a21033b.jpg" width="351" height="500" alt="Daya Tampung Mutasi"></a><script async src="//embedr.flickr.com/assets/client-code.js" charset="utf-8"></script>
[[/html]]


logo-sman106jakarta.png

XII IPS-4 2016/2017

XII IPS-4 2016/2017


logo-sman106jakarta.png

XII IPS-3 2016/2017

XII IPS-3 2016/2017


logo-sman106jakarta.png

XII IPS-2 2016/2017

XII IPS-2 2016/2017


logo-sman106jakarta.png

XII IPS-1 2016/2017

XII IPS-1 2016/2017